Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-06 02:57:14【Resep Pembaca】936 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(4)
Artikel Terkait
- 56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan
- Mengatasi sentimen negatif isu beras dan membangun ketahanan pangan
- 1.200 paket sembako disalurkan kepada penyintas kebakaran Tangki
- Sebanyak 44 SPPG di Kota Semarang ikuti bimtek sertifikasi halal
- SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG
- SPPG Jatijajar jadi model dapur MBG inklusif dan peduli lingkungan
- Galon polikarbonat ngak menyebabkan gangguan kehamilan dan diabetes
- Netanyahu: Pasukan Israel akan tetap berada di Gaza
- KSP bantu pengembangan UKS SMA Negeri 1 Tanjungpandan
- Khofifah ajak peserta PKN II sukseskan program prioritas nasional
Resep Populer
Rekomendasi

Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari

82 Dapur MBG ditargetkan beroperasi di Padang akhir 2025

Pegiat soroti lemahnya aturan iklan kental manis ancam kesehatan anak

Pengelola SPPG di Lebak pasok bahan baku MBG dari luar

Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat

China catat pertumbuhan konsumsi yang stabil di liburan Hari Nasional

Wamen PPPA harap hasil kebun di Gorontalo bisa dukung program MBG

Mendagri ingatkan pemda efisiensikan belanja birokrasi